Akselerasi Diversifikasi Pangan, BRIN Ciptakan Teknologi Pengolahan Gula Sorgum Terintegrasi
Maros, (1/4) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan mesin pengolahan terintegrasi untuk mengubah batang sorgum manis menjadi produk gula cair dan gula semut. Inovasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi sorgum sebagai bahan pangan alternatif serta sumber bioenergi nasional.
Pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG) BRIN ini telah berjalan sejak 2023. Saat ini, rangkaian mesin tersebut telah dioperasikan di Sekemala Integrated Farm (SEIN Farm), Bandung, yang juga menjadi lokasi Pilot Plant Sorgum Center Indonesia (SCI).
Alur Produksi yang Efisien dan Terukur
Proses pengolahan dimulai dengan tahap ekstraksi menggunakan mesin roller press yang memiliki kapasitas input batang hingga 250 kg per jam. Cairan manis atau nira yang dihasilkan kemudian diolah melalui beberapa perangkat unggulan:
-
Vacuum Evaporator: Menggunakan teknologi pemanasan suhu rendah dalam kondisi vakum untuk memproduksi sirup atau gula cair dari nira sorgum. Proses ini menjaga kualitas nutrisi nira tetap optimal.
-
Open Pan Cooker: Perangkat ini berfungsi mengolah nira menjadi gula semut dengan kapasitas sekitar 30 kg per proses.
-
Oven Dehydrator: Digunakan untuk tahap pengeringan akhir guna memastikan kristal gula semut memiliki kadar air yang sesuai standar kualitas.
Sorgum Manis Varietas Bioguma sebagai Bahan Baku
Dalam riset ini, BRIN bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menggunakan varietas Bioguma. Varietas ini dipilih karena karakteristiknya yang unggul sebagai bahan baku industri gula. Melalui pendanaan Rumah Program Hilirisasi Produk Pertanian, demplot percobaan seluas 600 meter persegi telah berhasil melakukan panen perdana pada awal Juli 2025.
Dukungan untuk UMKM dan Ketahanan Pangan
Peneliti Ahli Madya PRTTG BRIN, Sandi Darniadi, menekankan bahwa mesin ini dirancang dengan prinsip teknologi tepat guna agar efisien bagi pelaku UMKM. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memproduksi gula sorgum dengan kualitas yang setara dengan gula aren maupun tebu.
Kolaborasi antara BRIN, akademisi (Universitas Pasundan), dan pemerintah daerah ini menjadi peluang besar bagi diversifikasi pangan nasional. Sorgum tidak hanya menawarkan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga potensi sebagai pakan ternak dan sumber energi yang berkelanjutan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Badan Riset Inovasi Nasional