• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
66 dilihat       20 Juli 2026

Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?

Maros, (20/7) – Produksi benih jagung berkualitas membutuhkan proses yang jauh lebih kompleks daripada budi daya jagung biasanya. Untuk menghasilkan varietas yang unggul, seragam, dan berproduktivitas tinggi, para penangkar benih wajib menerapkan dua tahapan seleksi yang sangat krusial di lapangan, yaitu roguing (seleksi tanaman) dan detasseling (pembuangan bunga jantan). Kedua proses ini berfungsi sebagai sistem kendali mutu (quality control) di lahan pertanaman guna memastikan benih yang dihasilkan tidak mengalami penurunan mutu genetik.

1. Apa Itu Roguing?

Roguing adalah tindakan mengidentifikasi dan mencabut tanaman menyimpang atau tanaman asing yang tidak sesuai dengan deskripsi varietas yang sedang diproduksi. Tanaman yang menyimpang ini dikenal dengan istilah off type.

Keberadaan tanaman off-type di lahan dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti kontaminasi persilangan yang tidak diinginkan, serangan penyakit bawaan, atau mutasi genetik minor. Jika dibiarkan, tanaman ini akan mengontaminasi polen dan merusak keseragaman genetik seluruh populasi benih.

Untuk menjaga kemurnian tersebut, roguing dilakukan secara berkala dan berulang dalam beberapa fase pertumbuhan, mulai dari fase vegetatif awal, fase berbunga, hingga menjelang masa panen.

2. Apa Itu Detasseling?

Jika roguing berfokus pada pembersihan tanaman yang menyimpang secara fisik dan genetik, maka detasseling berfokus pada pengendalian sistem penyerbukan tanaman. Detasseling adalah proses pembuangan atau pencabutan bunga jantan (tassel) pada barisan tanaman yang diposisikan sebagai induk betina.

Tujuan utama dari detasseling adalah mencegah terjadinya penyerbukan sendiri (selfing) pada tanaman betina. Dengan membuang bunga jantannya, tanaman induk betina hanya akan menerima serbuk sari (polen) secara silang dari barisan tanaman induk jantan yang varietasnya telah ditentukan.

Proses ini mutlak dilakukan dalam produksi benih jagung hibrida untuk memastikan bahwa sifat unggul yang dihasilkan benar-benar merupakan perpaduan murni dari dua tetua yang berbeda. Waktu pelaksanaan detasseling sangat ketat, yaitu wajib dilakukan tepat saat bunga jantan mulai muncul ke permukaan, namun harus sebelum serbuk sarinya pecah dan keluar. Keterlambatan dalam proses ini dapat menyebabkan kegagalan sertifikasi mutu benih

Dampak Kelalaian Proses pada Kualitas Benih

Mengabaikan salah satu dari kedua proses ini dapat menurunkan nilai ekonomi dan mutu benih secara drastis. Tanpa roguing dan detasseling yang disiplin, benih yang dipanen akan mengalami beberapa risiko berikut:

  • Tingkat keseragaman (uniformity) tanaman di lapangan menjadi sangat rendah.
  • Potensi hasil panen atau produktivitas menurun pada musim tanam berikutnya.
  • Persentase kemurnian genetik gagal memenuhi standar sertifikasi benih nasional.

Melalui penerapan roguing sebagai penyaring kualitas fisik tanaman dan detasseling sebagai pengontrol kemurnian persilangan, penangkar dapat menjamin pasokan benih jagung yang bermutu tinggi, stabil, dan dapat diandalkan oleh petani untuk menyokong ketahanan pangan.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis PPL Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Poktan Harapan Baru dan BRMP Serealia Buktikan PM AAS Tumbuh Subur di Maros
    17 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Panduan Lengkap Budi Daya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS)
    12 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
    11 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
    10 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Jagung Produksi Benih Sereal Pedia

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved