Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?
Maros, (20/7) – Produksi benih jagung berkualitas membutuhkan proses yang jauh lebih kompleks daripada budi daya jagung biasanya. Untuk menghasilkan varietas yang unggul, seragam, dan berproduktivitas tinggi, para penangkar benih wajib menerapkan dua tahapan seleksi yang sangat krusial di lapangan, yaitu roguing (seleksi tanaman) dan detasseling (pembuangan bunga jantan). Kedua proses ini berfungsi sebagai sistem kendali mutu (quality control) di lahan pertanaman guna memastikan benih yang dihasilkan tidak mengalami penurunan mutu genetik.
1. Apa Itu Roguing?
Roguing adalah tindakan mengidentifikasi dan mencabut tanaman menyimpang atau tanaman asing yang tidak sesuai dengan deskripsi varietas yang sedang diproduksi. Tanaman yang menyimpang ini dikenal dengan istilah off type.
Keberadaan tanaman off-type di lahan dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti kontaminasi persilangan yang tidak diinginkan, serangan penyakit bawaan, atau mutasi genetik minor. Jika dibiarkan, tanaman ini akan mengontaminasi polen dan merusak keseragaman genetik seluruh populasi benih.
Untuk menjaga kemurnian tersebut, roguing dilakukan secara berkala dan berulang dalam beberapa fase pertumbuhan, mulai dari fase vegetatif awal, fase berbunga, hingga menjelang masa panen.
2. Apa Itu Detasseling?
Jika roguing berfokus pada pembersihan tanaman yang menyimpang secara fisik dan genetik, maka detasseling berfokus pada pengendalian sistem penyerbukan tanaman. Detasseling adalah proses pembuangan atau pencabutan bunga jantan (tassel) pada barisan tanaman yang diposisikan sebagai induk betina.
Tujuan utama dari detasseling adalah mencegah terjadinya penyerbukan sendiri (selfing) pada tanaman betina. Dengan membuang bunga jantannya, tanaman induk betina hanya akan menerima serbuk sari (polen) secara silang dari barisan tanaman induk jantan yang varietasnya telah ditentukan.
Proses ini mutlak dilakukan dalam produksi benih jagung hibrida untuk memastikan bahwa sifat unggul yang dihasilkan benar-benar merupakan perpaduan murni dari dua tetua yang berbeda. Waktu pelaksanaan detasseling sangat ketat, yaitu wajib dilakukan tepat saat bunga jantan mulai muncul ke permukaan, namun harus sebelum serbuk sarinya pecah dan keluar. Keterlambatan dalam proses ini dapat menyebabkan kegagalan sertifikasi mutu benih
Dampak Kelalaian Proses pada Kualitas Benih
Mengabaikan salah satu dari kedua proses ini dapat menurunkan nilai ekonomi dan mutu benih secara drastis. Tanpa roguing dan detasseling yang disiplin, benih yang dipanen akan mengalami beberapa risiko berikut:
- Tingkat keseragaman (uniformity) tanaman di lapangan menjadi sangat rendah.
- Potensi hasil panen atau produktivitas menurun pada musim tanam berikutnya.
- Persentase kemurnian genetik gagal memenuhi standar sertifikasi benih nasional.
Melalui penerapan roguing sebagai penyaring kualitas fisik tanaman dan detasseling sebagai pengontrol kemurnian persilangan, penangkar dapat menjamin pasokan benih jagung yang bermutu tinggi, stabil, dan dapat diandalkan oleh petani untuk menyokong ketahanan pangan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis PPL Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar