Modernisasi Pertanian di Kapuas: Kementan Libatkan Petani Operasikan Drone untuk Percepatan Tanam
Kapuas, (31/3) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi tingkat tinggi. Langkah terbaru dilakukan dengan melibatkan petani dan personel Brigade Pangan dalam pengoperasian drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah.
Strategi ini bertujuan untuk mempercepat proses tanam dan meningkatkan produktivitas padi di lahan CSR, sekaligus memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian agar melek teknologi.
Mengejar Target Swasembada dan Indeks Pertanaman
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program CSR harus memberikan dampak nyata bagi kemandirian pangan nasional. Beliau menargetkan lahan-lahan cetak sawah baru ini mampu menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam setahun (IP 200-300).
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai lumbung pangan nasional menuju lumbung pangan dunia.
Pembekalan Teknis Drone bagi Brigade Pangan
Sebagai langkah konkret di lapangan, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menggelar pembekalan teknis pengoperasian drone pertanian di Desa Bina Mekar, Kapuas Murung, pada Selasa (17/3/2026). Pelatihan ini menyasar personel Brigade Pangan guna mendukung optimalisasi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementan.
Materi yang diberikan mencakup:
-
Navigasi udara dan pengoperasian perangkat.
-
Pemetaan lahan skala luas secara presisi.
-
Pemeliharaan dan perawatan drone pertanian.
Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyatakan bahwa pembekalan ini diharapkan mampu membuat pengelolaan lahan menjadi lebih efisien dan modern. Dengan teknologi drone, pemetaan dan pemeliharaan lahan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Transformasi menuju pertanian modern ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang kini semakin canggih dan menjanjikan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian