Pemkab Bantaeng Persiapkan BLUD Penangkaran Benih Jagung
Maros, (29/10) – Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng melalui UPT Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP) melakukan kunjungan kerja ke BRMP Sulawesi Selatan dan BRMP Tanaman Serealia, Kamis (29/10). Kunjungan ini memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia perbenihan sekaligus menjadi bekal menyiapkan penangkaran benih dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Sesampainya di BRMP Serealia, peserta tersebut antara lain; Wakil Bupati Bantaeng – Sahabuddin, Kepala BRMP Sulawesi Selatan – Zainal Abidin, Kepala BRMP Serealia – Sarjoni, Kepala Dinas Pertanian – Mahyudin, Kepala UPT Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP), dan 15 petani penangkar langsung melihat displai varietas jagung, gandum, dan sorgum. Mereka juga meninjau unit pengelola benih sumber (UPBS), mulai dari pengeringan benih dengan flat bed dryer, mesin sortir dan grading, alat pemrosesan, laboratorium pengujian mutu benih, hingga gudang cold storage. Tindak lanjut kunjungan ini adalah menyusun cetak biru pengembangan BLUD penangkaran benih untuk Kab. Bantaeng.
Potensi Bantaeng
Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang paling banyak ditanam di Bantaeng. Pada 2020, bupati saat itu menyebut areal pertanaman jagung sekitar 15 ribu hektare, tersebar hampir di semua kecamatan, dengan sentra di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarang Keke. Publikasi BPS terdahulu juga menempatkan Bantaeng di urutan kelima produsen jagung di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data BPS produksi jagung Bantaeng tercatat 160.193,00 pada 2023 dan 161.654,18 pada 2022. Sebagai pembanding, produksi nasional naik dari 15,14 juta ton pada 2024 menjadi 16,16 juta ton pada 2025. Hingga tulisan ini terbit belum terdapat angka resmi luas lahan khusus penangkaran, tetapi sebagian dari belasan ribu hektare areal jagung tersebut berpotensi dikembangkan, dan cetak biru BLUD akan memetakannya. Namun BPS Bantaeng mencatat produksi jagung turun sekitar 42 persen pada triwulan II 2026 akibat El Nino, sehingga benih unggul yang tersedia tepat waktu menjadi kunci.
Didukung Pembangunan Pusat dan Daerah
Pemerintah pusat telah hadir di Bantaeng. Pada 5 Juli 2024, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pompanisasi di Desa Layoa, Gantarangkeke, saat itu 80 dari 150 unit pompa yang dibutuhkan telah disalurkan untuk sekitar 500 hektare sawah tadah hujan. Pada 2026, Kementan menyiapkan 56 ribu unit pompa air secara nasional, dan Bantaeng menjadi lokasi panen raya jagung serentak kuartal I 2026 di Kecamatan Eremerasa.
Di tingkat daerah, Dinas Pertanian memetakan wilayah berdasarkan sumber air, mendorong percepatan tanam dengan varietas genjah, dan memperkuat produksi benih lokal lewat penangkar dan UPT BBTP. Pemkab Bantaeng juga menyalurkan pompa air bantuan CSR Perseroda kepada kelompok tani pada 15 Oktober 2026.
Dengan BLUD penangkaran, Bantaeng bersiap menjadikan benih jagung unggul sebagai bagian dari kemandirian pertanian daerah.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muhammad Qitfirul Azizul, Editor: Muchammad Fatchur Rizza