Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Jagung untuk Kesejahteraan Petani
Bandarlampung, (1/9) – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengimbau Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung Selatan untuk memperkuat program hilirisasi hasil pertanian guna memberikan nilai tambah dan mendongkrak pendapatan para petani lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Mirza seusai melantik pengurus Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (PAC HKTI) Lampung Selatan periode 2026–2031 di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Mirza menegaskan bahwa pola pikir penjualan hasil pertanian harus diubah. Petani tidak boleh lagi terus-menerus menjual hasil panen berupa bahan mentah tanpa pengolahan, melainkan harus mengolahnya terlebih dahulu sebelum dilempar ke pasar.
Pengeringan Jagung dan Dukungan Mesin Dryer
Salah satu komoditas utama yang menjadi fokus hilirisasi ini adalah jagung. Mirza meminta agar panen jagung dari tiap kecamatan tidak langsung dijual dalam kondisi basah, melainkan dikeringkan agar posisi tawar dan nilai jualnya jauh lebih tinggi.
Guna merealisasikan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung siap memfasilitasi ketersediaan mesin pengering (dryer) berkapasitas 20 ton.
Jagung kering hasil olahan ini nantinya diproyeksikan sebagai bahan baku utama pakan ternak ayam. Menurut Mirza, alur ini akan membuka peluang usaha peternakan ayam berbasis desa, sehingga rantai produksi tidak berhenti di fase budidaya saja, tetapi berlanjut hingga industri olahan dan peternakan.
Peningkatan Target Produktivitas dan Bantuan Pupuk
Di samping hilirisasi, Mirza juga mendorong peningkatan produktivitas lahan jagung di Lampung Selatan. Produktivitas yang saat ini berada di kisaran 6 hingga 8 ton per hektare ditargetkan mampu melampaui 10 ton per hektare.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Lampung memfasilitasi penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) secara gratis bagi para petani, khususnya di wilayah Kecamatan Penengahan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Seluruh Komoditas
Lebih lanjut, konsep hilirisasi ini tidak hanya ditujukan untuk komoditas jagung, tetapi juga tanaman unggulan Lampung lainnya seperti padi, singkong, kelapa, dan komoditas pertanian lainnya.
Gubernur Lampung menginstruksikan PAC HKTI Lampung Selatan untuk memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat, pemda, pemerintah kecamatan, kepala desa, kelompok tani (poktan), Gapoktan, serta pemangku kepentingan terkait. Langkah ini penting untuk menyambungkan petani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar potensi pertanian Lampung dapat dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan rilis pada RRI berjudul "Regional Dorong Hilirisasi Jagung, Pemprov Lampung Siapkan Dryer Kapasitas 20 Ton."