PLN dan Itera Kembangkan Riset Kaliandra dan Sorgum Untuk Transisi Energi Hijau
Bandarlampung, (24/9) – Mengingat kebutuhan energi terbarukan yang terus meningkat, pengembangan sumber biomassa berkelanjutan menjadi fokus utama dalam menekan emisi karbon nasional. Biomassa kini diproyeksikan tidak hanya sebagai bahan baku pembangkit listrik, tetapi juga pilar masa depan bagi produksi hidrogen hijau.
Menjawab tantangan tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kolaborasi riset tanaman energi jenis kaliandra dan sorgum bersama PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (PLN Puslitbang) serta Institut Teknologi Sumatera (Itera). Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Kick-Off Meeting Penelitian Bioenergi di Kampus Itera, Bandar Lampung pada Kamis, 4 Juni 2026.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok biomassa nasional, baik untuk kebutuhan bahan bakar campuran (co-firing) PLTU maupun produksi hidrogen hijau melalui proses gasifikasi.
"Kebutuhan biomassa akan terus melonjak seiring perluasan co-firing nasional. PLN EPI tidak hanya membangun pasokan, tetapi juga mendorong riset dan inovasi agar sumber energi hayati dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Hokkop.
Keunggulan Kaliandra dan Sorgum untuk Lahan Marginal
Hokkop menjelaskan, pilihan jatuh pada kaliandra dan sorgum karena kedua tanaman ini memiliki keunggulan adaptif yang sangat tinggi. Tanaman energi ini mampu tumbuh subur di lahan-lahan marginal yang kurang produktif untuk tanaman pangan, namun tetap menghasilkan biomassa dengan produktivitas tinggi.
Ruang lingkup riset terpadu ini mencakup beberapa poin strategis:
- Pengembangan teknik budidaya tanaman energi spesifik lokasi.
- Analisis karakteristik dan nilai kalor biomassa.
- Kajian efisiensi pemanfaatan untuk co-firing pada pembangkit listrik.
- Pengembangan teknologi gasifikasi biomassa menuju produksi hidrogen hijau.
Sinergi Industri dan Akademisi demi Ekonomi Hijau
General Manager PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, menilai sinergi ini merupakan bentuk riset terapan yang dapat menjawab kebutuhan riil sektor ketenagalistrikan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan model pemanfaatan biomassa yang lebih efisien dan tepat guna.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Itera, Prof. Nyoman Pugeg Aryantha, menyatakan kesiapan Itera dalam menghadirkan inovasi berbasis kampus yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan industri.
Saat ini, program co-firing biomassa telah diimplementasikan di puluhan PLTU di seluruh Indonesia untuk mereduksi emisi karbon secara bertahap. Melalui riset bersama ini, PLN EPI, PLN Puslitbang, dan Itera optimistis dapat membangun ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan petani, akademisi, dan industri demi mewujudkan transisi energi nasional.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan rilis pada Media Indonesia berjudul "Kaliandra dan Sorgum Diproyeksikan Jadi Penopang Bioenergi Masa Depan."