Satu Jaringan Pos, Peluang Tanpa Batas bagi Pertanian Indonesia
Maros, (9/10) – Hari Pos Sedunia tahun ini mengusung tema “One postal network, infinite possibilities”. Jaringan pos dunia terdiri dari lebih dari 660.000 kantor dan 4,6 juta pekerja, dan menyediakan layanan esensial bagi masyarakat. Di Indonesia, jaringan itu kini ikut menopang sektor pertanian, mulai dari pengiriman benih sampai penjualan hasil panen.
Dari Ekspor Hortikultura hingga Operasi Pasar
Peran Pos Indonesia di sektor pertanian sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Pada 2021, pengiriman hortikultura lewat pos mencapai 164,2 ton dalam 5.076 kali pengiriman. Kementan juga menandatangani perjanjian kerja sama antara Badan Karantina Pertanian dan PT Pos Indonesia untuk memperlancar pengiriman komoditas pertanian.
Pada Februari 2025, Menteri Pertanian memimpin Operasi Pasar Pangan Murah dengan melibatkan 4.500 gerai Kantor Pos di seluruh Indonesia. Hasilnya, program ini menyalurkan 2.853 ton pangan dengan omzet Rp39,3 miliar melalui 3.531 outlet yang aktif bertransaksi.
Benih, Vaksin, dan Sarana Produksi
Sepanjang 2025, kerja sama makin mengarah ke sisi hulu pertanian:
- Badan Pangan Nasional. Bapanas dan Pos Indonesia menandatangani kesepahaman untuk memperluas jangkauan distribusi pangan nasional hingga wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
- Peternakan. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan melihat peluang kerja sama untuk pengiriman semen beku, bibit, sampel, benih, dan vaksin ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Pos Indonesia disebut memiliki lebih dari 4.800 Kantor Pos Online di seluruh Tanah Air.
- Tanaman pangan. Pada Oktober 2025, Pos Indonesia dan Ditjen Tanaman Pangan Kementan menandatangani nota kesepahaman. Kerja sama ini mencakup distribusi benih unggul, pengiriman sampel uji keamanan pangan, serta dokumen dan sarana produksi pertanian. Pos Indonesia menyebut jaringannya lebih dari 22.000 titik layanan.
Menghubungkan Petani dengan Pasar
Tahun 2026 membawa dua langkah penting. Pada 6 Januari, Pos Indonesia dan PT Rumah Tani Nusantara menandatangani perjanjian kerja sama. Layanannya meliputi pickup di gudang atau titik pengumpulan, pengiriman ke pasar tujuan, bongkar muat, pelaporan status pengiriman, dan jaminan ganti rugi. Pemerintah mendorong kolaborasi ini agar rantai pasok tetap berjalan, biaya logistik terkendali, dan harga pangan stabil setelah bencana. Rumah Tani Nusantara sendiri telah menyerap lebih dari 200 ton cabai, 3,2 ton durian, dan 4 ton kopi dari petani di wilayah terdampak bencana sejak 2 Desember 2025.
Pada Agustus 2026, kerja sama berlanjut lewat soft launching AgriPost, yaitu outlet pangan di kantor pos. Menurut Direktur Operasi Pos Indonesia Doni Maya, tahap awal berupa 100 outlet di Jabodetabek, lalu sekitar 300 outlet hingga akhir 2026, dan 2.000 outlet serta 500 hub hingga 2029. Rumah Tani Nusantara menyebut mengelola sekitar 27.400 petani yang dapat menyalurkan hasil panen lewat jaringan ini. Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono menilai pemotongan rantai distribusi memberi petani kepastian pasar dan harga, serta konsumen harga yang lebih terjangkau.
Fondasi Digital dan Pengakuan Dunia
Peran ini sejalan dengan arah transformasi digital nasional. Pada Hari Bhakti Postel ke-80, Menkomdigi Meutya Hafid menyebut pos dan telekomunikasi sebagai urat nadi digital bangsa. Di tingkat global, Indonesia dipercaya duduk di Council of Administration dan Postal Operations Council UPU periode 2025–2029 pada Kongres UPU ke-28. Momentum ini diharapkan memperkuat industri pos dalam negeri.
Dari ekspor hortikultura, operasi pasar, pengiriman benih dan vaksin, hingga outlet AgriPost, Pos Indonesia menempatkan diri sebagai penghubung antara sentra produksi dan pasar. Di Hari Pos Sedunia ini, jaringan yang menjangkau banyak pelosok itu menjadi salah satu pendukung swasembada pangan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza.