10 Olahan Pangan dari Komoditas Serealia
Maros, (14/10) – Serealia mungkin masih asing di telinga Sobat sekalian, padahal tanaman serealia sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Serealia merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Gramineae atau rerumputan, termasuk dalam golongan padi-padian yang bisa menjadi bahan pangan sumber karbohidrat bagi manusia.
Serealia seperti beras, jagung, dan sorgum selain menjadi makanan pokok, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan ringan, kue, mi, dan berbagai produk pangan lainnya. Penasaran olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari serealia? Simak rangkuman kami berikut.
- Bihun
Makanan yang juga dikenal sebagai “glass noodle” karena memiliki tekstur kenyal dan lembut, dengan warna bening merupakan salah satu olahan pangan dari beras yang dijadikan tepung. Bihun dapat dimasak dengan cara ditumis, direbus, digoreng, ataupun digunakan sebagai bahan campuran makanan lain. - Tape
Tapai atau juga dikenal dengan tape merupakan produk olahan melalui proses fermentasi pada beras ketan yang difermentasi dengan ragi. Setelah dicampur, ketan disimpan selama beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Mikroorganisme dalam ragi mengubah sebagian karbohidrat menjadi gula dan senyawa lain sehingga tape memiliki rasa manis, sedikit asam, aroma khas, dan tekstur yang lembut. Tape ketan biasanya berwarna putih atau hitam tergantung jenis beras ketan yang digunakan. - Popcorn (Berondong)
Popcorn merupakan makanan ringan yang dibuat dari biji jagung tertentu yang dapat mengembang ketika dipanaskan. Saat terkena suhu tinggi, air yang terdapat di dalam biji jagung berubah menjadi uap dan meningkatkan tekanan hingga kulit biji pecah dan bagian dalamnya mengembang. Popcorn dapat diberi berbagai tambahan rasa, seperti garam, gula, karamel, atau keju. - Tortilla
Tortilla adalah roti pipih asal meksiko yang terbuat dari tepung jagung atau tepung gandum. Produk ini merupakan salah satu contoh pemanfaatan jagung menjadi pangan olahan yang memiliki bentuk dan cara penyajian berbeda dari jagung rebus atau jagung bakar. Tortilla biasanya diisi daging, sayuran, dan keju, ataupun untuk dijadikan pembungkus kebab atau buritto. - Rengginang
Beras ketan juga dapat diolah menjadi kerupuk seperti rengginang. Rengginang adalah adalah camilan tradisional Indonesia yang terbuat dari beras ketan yang dikeringkan terlebih dahuludan digoreng hingga renyah. Berbeda dari kerupuk biasa, rengginang memiliki tekstur yang lebih tebal dan cita rasa gurih yang begitu khas. Camilan ini biasa dijadikan pelengkap hidangan atau dinikmati sebagai kudapan ringan. - Bipang
Bipang atau Jipang adalah camilan yang berbahan dasar beras. Camilan ini dibuat dengan mengolah beras yang telah disangrai atau digoreng hingga mengembang, kemudian dicampurkan dengan larutan gula atau karamel sebagai perekat. Campuran tersebut kemudian dicetak dan didinginkan hingga mengeras, lalu dipotong menjadi bentuk tertentu biasanya berbentuk balok. Bipang memiliki tekstur renyah dan rasa manis, sehingga sering dijadikan makanan ringan atau camilan tradisional. Di beberapa daerah, bipang juga dikenal dengan nama yang berbeda dan dapat dibuat dengan variasi bahan maupun bentuk. - Dodol
Dodol juga merupakan olahan dari tanaman serealia yaitu beras ketan. Dodol dibuat dari tepung beras ketan, santan, dan gula merah. Adonan dimasak di atas api kecil sambil terus diaduk selama berjam-jam hingga mengental, berwarna cokelat pekat, dan bertekstur kenyal. Proses pembuatannya yang panjang menuntut kesabaran dan tenaga, sehingga dodol sering dikerjakan secara bergotong royong, terutama menjelang Lebaran atau hajatan besar. Rasanya yang manis, legit, dan gurih santan menjadikan dodol sebagai suguhan khas hari raya sekaligus buah tangan yang tahan lama. - Emping Jagung
Selain popcorn, jagung juga dapat dijadikan camilan lain yaitu emping. Emping jagung adalah camilan yang terbuat dari jagung yang dipipihkandan digoreng. Rasanya gurih dengan aroma khas jagung, dan bisa dinikmati begitu saja atau diberi bumbu seperti garam, bawang putih, balado, maupun gula merah. Emping jagung populer sebagai teman makan nasi, camilan santai, sekaligus oleh-oleh khas di sejumlah daerah - Brem
Brem adalah olahan tradisional hasil fermentasi beras ketan yang dikenal luas di Bali dan Madiun, Jawa Timur. Brem dibuat dari sari tape ketan yang direbus hingga kental berwarna coklat lalu diblender hingga berubah menjadi warna putih. Brem padat dari Madiun terkenal sebagai oleh-oleh khas, sedangkan brem Bali lebih dikenal sebagai minuman yang kerap hadir dalam upacara adat. Keunikan proses fermentasi dan cita rasanya menjadikan brem sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara yang masih lestari hingga kini. - Kue Putu
Kue putu adalah jajanan tradisional Nusantara yang dibuat dari tepung beras berisi gula merah, lalu dikukus dalam cetakan bambu berbentuk tabung. Adonan tepung beras yang telah dibumbui garam dan diberi pewarna alami dari daun pandan dimasukkan ke dalam bambu, diisi gula merah di bagian tengahnya, kemudian dikukus hingga matang. Uap panas yang keluar dari bambu menghasilkan bunyi peluit yang khas, sehingga biasanya penjual kue putu keliling mudah dikenali dari suaranya, terutama pada sore dan malam hari. Kue yang telah matang disajikan hangat dengan taburan kelapa parut, sehingga terasa lembut, gurih, dan manis legit saat digigit. Kesederhanaan bahan serta cita rasanya yang nostalgia menjadikan kue putu tetap digemari lintas generasi hingga saat ini.
Serealia bukan sekadar sumber karbohidrat, melainkan fondasi pangan dan budaya masyarakat di seluruh dunia. Dari sepuluh olahan yang telah dibahas, terlihat bahwa satu jenis bahan dasar dapat diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari makanan pokok, jajanan tradisional, hingga camilan modern. Setiap olahan membawa cerita tentang kearifan lokal, tradisi gotong royong, dan kekayaan cita rasa Nusantara yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muhammad Qitfirul Azizul