• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
12 dilihat       10 Oktober 2026

Merayakan 10 Bubur Nusantara dan Mengingat Anak-Anak yang Masih Kelaparan

Maros, (10/10) – Semangkuk bubur hangat sering terasa biasa saja. Namun setiap 10 Oktober, bubur punya hari perayaannya sendiri.

Lebih dari Sekadar Merayakan Bubur

World Porridge Day adalah acara tahunan yang dijalankan lembaga amal Skotlandia, Mary’s Meals. Lembaga ini memulainya pada 2009 untuk meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dana bagi anak-anak yang kelaparan di negara berkembang. Bubur dipilih karena mengenyangkan, mudah dibuat, dan terjangkau. Di Malawi, Zambia, dan Zimbabwe, Mary’s Meals menyajikan bubur yang diperkaya vitamin kepada anak-anak sekolah. 

Persoalan yang diangkat masih nyata. Sekitar 43 juta anak di dunia mengalami malnutrisi akut. Mary’s Meals kini menyediakan makanan bagi lebih dari tiga juta anak setiap hari sekolah, dan biaya memberi makan satu anak selama setahun sekitar 19,15 pound. Jadi, merayakan bubur sekaligus berarti mengingat anak-anak yang belum bisa menikmati sarapan hangat setiap hari.

Sepuluh Bubur Nusantara

Di Indonesia, bubur punya banyak rupa. Hampir semuanya berbahan serealia, yaitu beras, ketan, dan jagung. Berikut sepuluh di antaranya.

Lima Bubur Gurih

  1. Bubur ayam. Ini variasi bubur gurih paling populer di Indonesia. Versi Cianjur, misalnya, disajikan dengan ayam pais, kerupuk, ati-ampela, kacang, dan bawang goreng.
  2. Tinutuan (Manado). Bahan utamanya beras dan labu kuning. Biasanya disantap bersama perkedel ikan nike, cakalang, dan sambal roa. Isiannya kaya sayuran dan jagung.
  3. Bubur pedas Sambas (Kalimantan Barat). Meski bernama pedas, bumbunya tidak memakai cabai. Rasa pedasnya datang dari lada dan daun kesum.
  4. Bubur kanji rumbi (Aceh). Ciri khasnya ada pada udang dan rempah, salah satunya cengkeh. Bubur ini banyak dijajakan saat Ramadan sebagai takjil. 
  5. Bubur ase (Betawi). Bubur nasi dengan topping semur daging sapi, teri, kacang tanah goreng, dan asinan sayur. Nama “ase” singkatan dari asinan semur. Bubur ini kini mulai langka.

Lima Bubur Manis

  1. Bubur sumsum (Jawa). Terbuat dari tepung beras dan santan, disiram saus gula merah.
  2. Bubur kampiun (Sumatera Barat). Paduan beberapa bubur manis, yaitu sumsum, ketan hitam, kacang hijau, dan biji salak. Namanya berarti “pemenang”. 
  3. Bubur bassang (Makassar). Dibuat dari jagung pulut atau jagung putih bersama maizena, santan, gula, dan garam, lalu ditaburi gula pasir. Ini bukti bahwa bubur tidak selalu berbahan beras.
  4. Bubur kacang hijau. Kacang hijau direbus sampai lembut dengan santan dan gula merah. Bubur ini populer sebagai sarapan maupun camilan sore.
  5. Bubur ketan hitam. Ketan hitam dimasak hingga pulen dan disajikan dengan santan. Bubur ini juga menjadi salah satu isian bubur kampiun.

Dari Dapur Kita untuk Anak-Anak di Dunia

Dari tinutuan di Manado sampai bubur bassang di Makassar, bubur membuktikan bahwa makanan sederhana bisa kaya rasa dan budaya. Di Hari Bubur Sedunia ini, kita bisa menikmati bubur favorit sambil mengingat bahwa masih banyak anak di dunia yang menunggu semangkuk makanan hangat.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza.

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Satu Jaringan Pos, Peluang Tanpa Batas bagi Pertanian Indonesia
    09 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mentan Amran Langsung Eksekusi Aspirasi 1.000 Petani Indramayu
    30 Sep 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Kementerian Pertanian Susun Skema Pembiayaan Bioetanol yang Berpihak pada Ekonomi Rakyat
    29 Sep 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    PLN dan Itera Kembangkan Riset Kaliandra dan Sorgum Untuk Transisi Energi Hijau
    24 Sep 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Diversifikasi Pangan Ketahanan Pangan Sereal Pedia

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved