Merayakan 10 Bubur Nusantara dan Mengingat Anak-Anak yang Masih Kelaparan
Maros, (10/10) – Semangkuk bubur hangat sering terasa biasa saja. Namun setiap 10 Oktober, bubur punya hari perayaannya sendiri.
Lebih dari Sekadar Merayakan Bubur
World Porridge Day adalah acara tahunan yang dijalankan lembaga amal Skotlandia, Mary’s Meals. Lembaga ini memulainya pada 2009 untuk meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dana bagi anak-anak yang kelaparan di negara berkembang. Bubur dipilih karena mengenyangkan, mudah dibuat, dan terjangkau. Di Malawi, Zambia, dan Zimbabwe, Mary’s Meals menyajikan bubur yang diperkaya vitamin kepada anak-anak sekolah.
Persoalan yang diangkat masih nyata. Sekitar 43 juta anak di dunia mengalami malnutrisi akut. Mary’s Meals kini menyediakan makanan bagi lebih dari tiga juta anak setiap hari sekolah, dan biaya memberi makan satu anak selama setahun sekitar 19,15 pound. Jadi, merayakan bubur sekaligus berarti mengingat anak-anak yang belum bisa menikmati sarapan hangat setiap hari.
Sepuluh Bubur Nusantara
Di Indonesia, bubur punya banyak rupa. Hampir semuanya berbahan serealia, yaitu beras, ketan, dan jagung. Berikut sepuluh di antaranya.
Lima Bubur Gurih
- Bubur ayam. Ini variasi bubur gurih paling populer di Indonesia. Versi Cianjur, misalnya, disajikan dengan ayam pais, kerupuk, ati-ampela, kacang, dan bawang goreng.
- Tinutuan (Manado). Bahan utamanya beras dan labu kuning. Biasanya disantap bersama perkedel ikan nike, cakalang, dan sambal roa. Isiannya kaya sayuran dan jagung.
- Bubur pedas Sambas (Kalimantan Barat). Meski bernama pedas, bumbunya tidak memakai cabai. Rasa pedasnya datang dari lada dan daun kesum.
- Bubur kanji rumbi (Aceh). Ciri khasnya ada pada udang dan rempah, salah satunya cengkeh. Bubur ini banyak dijajakan saat Ramadan sebagai takjil.
- Bubur ase (Betawi). Bubur nasi dengan topping semur daging sapi, teri, kacang tanah goreng, dan asinan sayur. Nama “ase” singkatan dari asinan semur. Bubur ini kini mulai langka.
Lima Bubur Manis
- Bubur sumsum (Jawa). Terbuat dari tepung beras dan santan, disiram saus gula merah.
- Bubur kampiun (Sumatera Barat). Paduan beberapa bubur manis, yaitu sumsum, ketan hitam, kacang hijau, dan biji salak. Namanya berarti “pemenang”.
- Bubur bassang (Makassar). Dibuat dari jagung pulut atau jagung putih bersama maizena, santan, gula, dan garam, lalu ditaburi gula pasir. Ini bukti bahwa bubur tidak selalu berbahan beras.
- Bubur kacang hijau. Kacang hijau direbus sampai lembut dengan santan dan gula merah. Bubur ini populer sebagai sarapan maupun camilan sore.
- Bubur ketan hitam. Ketan hitam dimasak hingga pulen dan disajikan dengan santan. Bubur ini juga menjadi salah satu isian bubur kampiun.
Dari Dapur Kita untuk Anak-Anak di Dunia
Dari tinutuan di Manado sampai bubur bassang di Makassar, bubur membuktikan bahwa makanan sederhana bisa kaya rasa dan budaya. Di Hari Bubur Sedunia ini, kita bisa menikmati bubur favorit sambil mengingat bahwa masih banyak anak di dunia yang menunggu semangkuk makanan hangat.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza.