Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
Boyolali, (11/7) – Di tengah anggapan bahwa sektor pertanian kurang menarik dan kotor bagi generasi muda, Baskoro, petani muda asal Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil membuktikan hal sebaliknya. Berawal dari panggilan hati melihat minimnya anak muda yang mau terjun ke sawah, ia kini sukses meraih pendapatan menggiurkan hingga puluhan juta rupiah per musim dari budidaya jagung, cabai, dan terung.
Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian, Baskoro melihat sektor ini sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Menurutnya, bisnis jagung tergolong sederhana, bernilai modal efisien, dan menjadi tumpuan utama penghasilan bulanan bagi keluarganya.
"Sebenarnya kalau dikalkulasi, pertanian itu kalau ditekuni hasilnya luar biasa. Penghasilan kita bisa dikatakan tidak kalah dengan pegawai kantor," ungkap Baskoro.
Hitung-hitungan Omzet dan Strategi Lahan
Baskoro membagikan kalkulasi matematis dari hasil usaha tani jagungnya di lapangan:
- Potensi Hasil Panen: Rata-rata mematok 9 ton per hektare (dengan potensi maksimal hingga 10 ton).
- Proyeksi Pendapatan Bruto: Dengan asumsi harga jual jagung berada di angka Rp4.000 per kg, omzet yang diraih dari 9 ton mencapai 36 juta.
- Margin Keuntungan Bersih: Setelah dipotong biaya produksi yang hemat (di bawah 50%), keuntungan bersih yang dikantongi berkisar 15 hingga 20 juta rupiah per hektare.
Dalam mengembangkan usahanya, pemuda yang pernah bekerja di Jepang ini menegaskan bahwa modal uang bukanlah kendala utama. Baginya, kunci utama terletak pada penguasaan ilmu budi daya terlebih dahulu. Dengan ilmu dan relasi yang kuat, ia dapat mengembangkan usaha taninya dengan cara menyewa lahan-lahan tidur yang tidak terpakai di Jawa tanpa harus memiliki tanah sendiri sejak awal.
Guna memastikan hasil panennya terserap dengan harga yang stabil, Baskoro juga membangun kemitraan pemasaran sejak awal. Hasil panen jagungnya disalurkan untuk kebutuhan pakan silase, produsen benih, maupun penampung (tengkulak) sebagai opsi pendukung.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan rilis dari Cap Capung berjudul "Belajar dari Jepang Sukses Tanam Jagung Hibrida Perawatan Mudah Hasil Panen Melimpah"