Begini Cara BRMP Serealia Mendapatkan Zero Nonconformity pada Audit Eksternal ISO 9001:2015
Maros, (10/6) – Menjelang audit eksternal ISO 9001:2015, atmosfer ruang kerja biasanya mendadak berubah menjadi tegang. Dokumen dirapikan secara terburu-buru, dan wajah-wajah cemas mulai terlihat di berbagai divisi. Wajar saja, sebab banyak yang masih menganggap auditor eksternal sebagai sosok jaksa penuntut yang datang untuk mencari-cari kesalahan individu.
Padahal, esensi dari sebuah ketidaksesuaian (nonconformity atau NC) bukanlah ajang tunjuk hidung, melainkan sebuah peluang emas untuk menyempurnakan sistem dan proses yang berjalan. Mencapai hasil zero NC atau bebas temuan bukanlah hal yang tidak mungkin. Pencapaian tersebut bukanlah buah dari keberuntungan sesaat di hari audit, melainkan bukti kesiapan organisasi yang dikelola secara sistematis dan konsisten.
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia) telah menyelenggarakan Audit Eksternal ISO 9001:2015 pada Selasa–Rabu, 9–10 Juni 2026 secara daring melalui Zoom. Pada proses peninjauan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga independen tersebut, BRMP Serealia berhasil menyelesaikan audit tanpa temuan ketidaksesuaian (zero NC). Serta dengan kesimpulan hasil audit bahwa BRMP Serealia direkomendasikan mendapatkan/mempertahankan/memperbarui sertifikat.
Capaian tersebut menambah daftar capaian positif BRMP Serealia pada tahun 2026. Lantas bagaimana BRMP Serealia dalam mempersiapkan tim dan sistem organisasi agar dapat berjalan mulus tanpa hambatan saat audit eksternal? Berikut adalah tips praktis dan strategis yang dapat Sobat Sereal terapkan.
1. Tuntaskan Klausul 9 (Evaluasi Kinerja)
Pastikan audit internal telah selesai dilakukan dan temuan audit sudah diperbaiki dengan efektif. Selanjutnya, laksanakan Tinjauan Manajemen (Management Review) bersama manajemen puncak sebagai bukti mutlak pemantauan sistem mutu.
2. Bicara Berdasarkan Bukti Nyata (Klausul 6 dan Klausul 7.5)
Jangan pernah menjawab auditor dengan asumsi atau kebiasaan seperti “Oh, biasanya kami melakukan hal itu seperti ini..." Auditor eksternal bergerak berdasarkan fakta objektif, bukan asumsi. Oleh karena itu, setiap langkah dalam Prosedur Operasional Standar (SOP) harus didukung oleh bukti fisik atau digital (rekaman kerja) yang nyata, misalnya pembaruan berkala log aktivitas sesuai Klausul 7.5.
3. Terapkan Pemikiran Berbasis Risiko (Klausul 6.1)
Tunjukkan sikap proaktif melalui dokumen identifikasi risiko operasional, langkah mitigasi yang konkret, dan peluang pengembangan di setiap divisi
4. Lakukan Simulasi Wawancara bersama Tim (Klausul 7.1–7.3)
Kurangi kegugupan staf dengan mengadakan simulasi wawancara santai. Pastikan seluruh personel memahami tiga hal dasar yaitu, kebijakan mutu, sasaran mutu, dan risiko spesifik di area kerja mereka.
5. Kendalikan Informasi Terdokumentasi (Klausul 7.5.3)
Pastikan semua dokumen yang usang (obsolete) telah ditarik dari peredaran. Dokumen yang diakses oleh staf harus merupakan versi paling mutakhir yang tersusun rapi.
Menghadapi audit dengan target zero NC bukan berarti kita harus menciptakan kondisi sempurna yang palsu di hadapan auditor. Auditor yang profesional hadir dengan sikap konstruktif dan objektif untuk membantu sistem kita tumbuh, bukan untuk menyalahkan individu.
Dengan mempersiapkan bukti yang jelas, mengendalikan informasi terdokumentasi secara ketat, serta melatih mental tim lewat simulasi yang suportif, audit eksternal tidak lagi menjadi momok menakutkan, melainkan panggung pembuktian bahwa sistem manajemen mutu organisasi Sobat Sereal memang telah berjalan dengan luar biasa. Selamat bersiap menghadapi audit, Sob!
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza