Eksposisi Modernisasi Teknologi Pertanian pada Gelar Teknologi PENAS XVII
Gorontalo, (19/6) – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menghadirkan kawasan percontohan pertanian modern dalam Gelar Teknologi (Geltek) Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Ajang ini dirancang sebagai ruang ekplorasi interaktif dan jembatan pendayagunaan hasil perakitan teknologi guna mempertahankan swasembada pangan nasional.
”Gelar Teknologi dapat memperlihatkan berbagai inovasi pertanian modern kepada petani yang hadir di PENAS XVII. Seperti teknologi PM-AAS yang telah dikembangkan di 14 provinsi di Indonesia, kami ingin menunjukkan peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui mekanisasi dan efisiensi tinggi melalui sistem tanam jarak rapat serta penggunaan varietas unggul,” ungkap Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry.
Gelar Teknologi Sebagai Wahana Bertukar Gagasan
Berbeda dengan penyampaian konvensional, peserta dapat melihat langsung performa varietas unggul, sistem budi daya modern, alat mesin pertanian, inovasi peternakan, pengelolaan lahan dan air, hingga teknologi digital.
Selain itu pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan para ahli di lapangan guna memahami kustomisasi dan modifikasi penerapan teknologi yang sesuai dengan agroekosistem wilayah masing-masing.
Modernisasi Kunci Ketahan Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi adalah kunci ketahanan pangan berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor di Geltek PENAS XVII, Kementan berharap inovasi yang dipamerkan dapat segera diadopsi oleh petani demi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan mereka.
"Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada secara berkelanjutan. Karena itu, setiap inovasi yang dihasilkan harus sampai kepada petani, diterapkan di lapangan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas maupun kesejahteraan mereka," ujar Mentan Amran.
Melalui Gelar Teknologi PENAS Petani Nelayan XVII, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak inovasi yang diadopsi petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan daya saing sektor pertanian nasional dalam merawat dan mempertahankan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian berjudul "Kementan Hadirkan Inovasi Pertanian Terbaik Nasional di PENAS KTNA XVII Gorontalo".