Hanjeli Tangguh, Bernilai Gizi Tinggi, dan Berpotensi untuk Hilirisasi
Maros, (12/6) – Hanjeli (Coix lacryma-jobi) atau jali merupakan salah satu tanaman serealia fungsional yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat di berbagai pelosok Indonesia. Layaknya padi, jagung, sorgum, dan gandum, tanaman ini menghasilkan biji-bijian kaya nutrisi yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif guna mendukung program diversifikasi pangan nasional berbasis kearifan lokal.
Salah satu nilai plus dari hanjeli (jali) adalah adaptabilitasnya yang luar biasa. Tanaman ini dikenal sangat tangguh dan relatif tahan terhadap berbagai cekaman lingkungan. Hanjeli (jali) dapat tumbuh optimal di lahan kering maupun lahan marginal, menjadikannya salah satu opsi usaha tani yang menjanjikan bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Tidak hanya tangguh di lapangan, biji hanjeli (jali) juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Biji tanaman ini kaya akan karbohidrat dan protein sebagai sumber energi sehat yang baik. Terdapat pula serat pangan (dietary fiber) yang membantu melancarkan pencernaan dan menjaga metabolisme tubuh. Serta mineral esensial seperti vitamin B kompleks (terutama B1), fosfor, dan zat besi yang mendukung daya tahan tubuh.
Tingginya kandungan serat dan nilai fungsional tersebut membuat hanjeli kian diminati oleh masyarakat modern yang mulai beralih ke gaya hidup sehat (healthy lifestyle). Pemanfaatan hanjeli kini tidak lagi terbatas pada konsumsi konvensional. Transformasi pengolahan pascapanen telah membawa hanjeli naik kelas ke berbagai variasi produk antara lain.
-
Kudapan tradisional: Bubur hanjeli, campuran nasi hanjeli, dan aneka penganan khas daerah.
-
Pangan fungsional: Tepung hanjeli dapat diolah menjadi mi, kue, biskuit, hingga minuman kesehatan siap saji.
Sebagai komoditas serealia yang prospektif, pengembangan hanjeli memerlukan hilirisasi yang terintegrasi melalui kegiatan penelitian dan perekayasaan, perakitan varietas, hingga diseminasi teknologi budi daya yang tepat guna di tingkat tapak.
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, senantiasa berkomitmen penuh untuk terus mengawal eksplorasi, perakitan, dan pengembangan berbagai komoditas serealia potensial, termasuk hanjeli (jali). Sinergi dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah (added value) komoditas ini, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang beragam, bergizi, seimbang, dan berkelanjutan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Rahmi Yuliani Arvan