• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
86 dilihat       06 Juli 2026

Kementan Pacu PM AAS untuk Lipat Gandakan Produksi Padi di Papua

Merauke, (6/7) – Langkah strategis untuk menyulap Merauke, Papua Selatan, menjadi lumbung pangan modern masa depan kian dipacu. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mempercepat transformasi agraria di wilayah ini lewat implementasi sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS).

Metode budidaya mutakhir yang memadukan mekanisasi total, penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, pola tanam baru, serta pendampingan intensif ini diyakini mampu menjadi pengungkit utama produktivitas sekaligus melejitkan kesejahteraan petani di bumi Papua.

Saat memimpin gerakan tanam padi bersama para petani di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7), Mentan Amran mendorong adopsi PM-AAS secara masif karena kemampuannya meningkatkan produksi padi hingga dua kali lipat.

"Produksinya bisa naik dua kali lipat. PM-AAS ini adalah kombinasi cermat antara metode Amerika, Indonesia, dan China yang kami teliti langsung di lapangan. Hasilnya bisa menyentuh 10 hingga 12 ton per hektare," ungkap Mentan Amran optimis.

Mentan menambahkan bahwa lonjakan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) dalam setahun ini akan langsung berdampak pada isi dompet petani. Program PM-AAS ini diproyeksikan berjalan beriringan dengan program cetak sawah rakyat dan optimasi lahan rawa guna memperkokoh benteng pertahanan pangan nasional di kawasan timur Indonesia.

Populasi Padat dan Formula Spesifik Lokasi

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan buah dari riset mendalam Kementerian Pertanian selama dua tahun terakhir setelah mengadopsi berbagai praktik cerdas dari sejumlah negara maju. Konsep global tersebut kemudian diselaraskan secara pas dengan agroekosistem lokal, termasuk karakteristik lahan rawa pasang surut di Merauke.

Fadjry memaparkan, pembeda utama PM-AAS dengan budidaya konvensional terletak pada sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam yang jauh lebih rapat.

  • Metode Konvensional (Tanam Pindah) hanya menampung populasi sekitar 250 ribu hingga 600 ribu rumpun per hektare.
  • Metode PM AAS mampu mendongkrak kerapatan populasi secara drastis hingga 800 ribu sampai 1 juta tanaman per hektare.

”Dengan populasi yang naik dua kali lipat, sangat rasional jika produksinya ikut double, asalkan kebutuhan hara dan kecukupan pupuknya terpenuhi dengan baik,” jelas Fadjry.

Untuk wilayah Merauke yang memiliki karakteristik lahan pasang surut tipe C dan tergolong daerah endemik tungro, BRMP merekomendasikan penggunaan varietas spesifik seperti Inpari 37 yang terbukti lebih toleran terhadap intervensi air asin dan hama tungro.

Teknologi Canggih tapi Murah: Drone hingga Drum Seeder

Dari sisi mekanisasi, PM-AAS menawarkan fleksibilitas tinggi bagi kelompok tani. Pada lahan hamparan luas, penyebaran benih dan penyemprotan dapat memanfaatkan teknologi drone. Sementara untuk wilayah yang baru beradaptasi, petani dapat menggunakan alat sederhana berupa drum seeder (paralon penanam).

Penggunaan drum seeder ini terbukti memangkas ongkos kerja secara ekstrem. Di Papua, biaya tanam yang menggunakan metode ini hanya berkisar Rp600 ribu per hektare, jauh lebih hemat dibandingkan daerah lain di Indonesia yang bisa ditekan hingga Rp400 ribu per hektare.

Petani Merauke Mulai Rasakan Efisiensi dan Pangkas Biaya

Manfaat nyata dari efisiensi biaya dan waktu ini diakui langsung oleh para petani Merauke yang telah beralih ke sistem PM-AAS:

  • Abdul Rohim (Petani Kampung Candarajaya, Distrik Kurik): Mengaku proses tanam dengan drum seeder jauh lebih efisien dibandingkan metode tanam pindah manual. "Dulu biaya tanam bisa mencapai Rp3 juta per hektare, sekarang pakai cara baru ini cukup Rp600 ribu saja. Kami bisa hemat biaya hingga Rp2,4 juta per hektare! Pertumbuhan tanaman juga terlihat lebih seragam dan anakannya lebih banyak," tuturnya senang.
  • Angga Dwi Hadianto (Petani Merauke): Merasa sangat terbantu dengan hadirnya teknologi udara. "Kami lebih hemat tenaga karena penyemprotan dibantu menggunakan drone. Pertumbuhannya sudah terlihat jauh lebih bagus dibanding cara lama, dan kami semua di sini sangat optimistis hasil panen nanti akan jauh meningkat."

Tahun ini, Kementerian Pertanian menargetkan perluasan implementasi PM-AAS hingga mencapai satu juta hektare di seluruh Indonesia. Keberhasilan pilot project di Merauke diharapkan menjadi pemantik utama bagi daerah-daerah lain untuk segera bermigrasi ke sistem pertanian modern demi kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian berjudul "Mentan Amran Tingkatkan Produktivitas Pertanian Merauke Lewat PM AAS".

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?
    20 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Poktan Harapan Baru dan BRMP Serealia Buktikan PM AAS Tumbuh Subur di Maros
    17 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Panduan Lengkap Budi Daya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS)
    12 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
    11 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
    10 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Padi PM AAS Pertanian Modern

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved