Mengapa Nitrogen Jadi Asupan Utama Tanaman Jagung?
Maros, (8/6) – Pernahkah Sobat Sereal memperhatikan mengapa beberapa kebun jagung tumbuh tinggi, berdaun hijau pekat, dan menghasilkan tongkol yang besar, sementara yang lain terlihat kerdil dan menguning? Rahasianya sering kali terletak pada kedisiplinan pengelolaan asupan utama pupuk. Pemupukan berimbang dan tepat adalah kuncinya. Namun perlu diingat bahwa Nitrogen (N) adalah makanan favorit jagung.
Jagung (Zea mays) merupakan bagian dari famili Graminae (Poaceae). Bersama padi dan gandum, tanaman ini tergolong sebagai penggemar nitrogen dalam jumlah yang sangat besar (heavy user). Nitrogen bertindak sebagai bahan bakar penambah energi utama yang mengatur laju perkembangan vegetatif sekaligus penentu hasil akhir bobot panen.
Dampak Vital Nitrogen pada Jagung
Menurut pakar agronomis Amerika Serikat, Missy Bauer, jagung membutuhkan pasokan N yang masif, terutama saat memasuki lonjakan pertumbuhan vegetatif yang cepat. Kekurangan N pada fase kritis ini dapat langsung membuat tanaman kerdil, memicu daun menguning, serta menghasilkan tongkol kecil berprotein rendah.
Aplikasi nitrogen bersama dengan kalium di fase-fase akhir menentukan kualitas dan tongkol biji. Manfaatnya berguna untuk melindungi ukuran tongkol, memaksimalkan pengisian ujung tongkol (tip fill), serta menambah kedalaman biji.
Salah satu kesalahan fatal dalam budi daya jagung adalah kehabisan cadangan N sebelum tanaman matang biji yang ditandai dengan lapisan hitam (black layer). Defisit N pada akhir musim dapat memangkas potensi hasil panen secara drastis.
Strategi Pemupukan Cerdas!
Mengingat sifat nitrogen yang dinamis dan mudah hilang di lingkungan, terutama akibat pencucian atau denitrifikasi saat tanah jenuh air/hujan, para pakar agronomi sangat menyarankan metode aplikasi terpisah secara bertahap (split application).
- Fase Awal 0-25 hst (Pupuk Dasar dan Pemupukan Pertama)
Pada awal masa vegetatif, jagung sebenarnya menggunakan kurang dari 10% total nitrogen. Oleh sebab itu, pemupukan dasar justru difokuskan pada Fosfor (P) untuk merangsang akar, ditandai hanya dengan sedikit tambahan N. Memberikan Urea dosis tinggi di awal termasuk upaya yang sia-sia karena berisiko merusak bibit muda. - Fase Pertumbuhan dan Pembungaan 30–50 hst (Pemupukan Lanjutan)
Aplikasikan dua pertiga atau sebagian besar dosis nitrogen tepat sebelum tanaman mengalami lonjakan pertumbuhan sekitar 35 hari setelah tanam.
Tips Pemupukan Disiplin
Sobat Sereal sebaiknya melakukan pemupukan berdasarkan kondisi riil cuaca, kelembapan, dan hasil uji tanah periodik, bukan sekadar mengikuti kebiasaan atau pengalaman tahun lalu. Sesuaikan dosis secara presisi. Seperti kombinasi NPK dan urea pada 7–10 hst, 25 hst, dan 35 hst agar setiap tanaman tumbuh dengan optimal dan bulir jagung terisi penuh.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza