Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
Pangkep, (10/7) – Kementerian Pertanian melalui Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia) bergerak cepat memperluas jangkauan implementasi sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di Sulawesi Selatan. Langkah taktis ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi LTT PM AAS tingkat Kabupaten Pangkep yang digelar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pangkep pada Jumat (10/7/2026).
Forum diskusi tersebut dihadiri langsung oleh 74 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Pangkep. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memantapkan komitmen penyuluh untuk mendiseminasikan teknologi pertanian modern tersebut di wilayah kerja mereka.
Saat ini, Kabupaten Pangkep memiliki luas Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai 16.773 hektare. Namun, rata-rata produktivitas padi di wilayah ini masih tertahan di angka 5–6 ton per hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) rata-rata IP 180. Melalui sosialisasi ini, pemerintah menaruh harapan besar agar sebanyak 12.000 hektare sawah di dalam LBS Pangkep dapat segera mengadopsi metode tanam PM AAS pada Subround II (Mei–Agustus) dan Subround III (September–Desember).
Penyuluh Jadi Ujung Tombak Pengawalan di Lapangan
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen nyata dari Sahabat Petani untuk menyukseskan pelaksanaan PM AAS.
"Penyuluh diharapkan dapat mendampingi petani di wilayah kerjanya masing-masing agar petani mau menerapkan model tanam terbarukan PM-AAS ini. Sebab, ini merupakan inovasi dan program khusus yang menjadi perhatian besar dari Pak Menteri Amran," ujar Taufiq Ratule.
Pendampingan intensif dari para penyuluh dinilai menjadi kunci utama agar petani yakin untuk meninggalkan pola konvensional dan beralih ke ekosistem pertanian modern yang lebih presisi.
Kerapatan Populasi untuk Kejar Target 10 ton/ha
Pada sesi pemaparan teknis, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia), Sarjoni, mengurai rahasia utama di balik tingginya potensi hasil panen dari sistem PM-AAS.
"Prinsip utama dari PM-AAS ini adalah kerapatan populasi. Konsekuensinya, kebutuhan benihnya memang tinggi, yakni mencapai 80–100 kg per hektare. Karena itu, kami memohon bantuan dari para penyuluh untuk memantau ketat pertanaman di lapangan nantinya, agar ketika penanaman PM-AAS dilakukan, target produktivitas di atas 10 ton per hektare benar-benar bisa kita capai bersama," urai Sarjoni secara lugas.
Melalui sinergi kuat dari berbagai pihak, Kabupaten Pangkep optimistis mampu melakukan lompatan produktivitas padi secara progresif demi menjaga keberlanjutan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan Sosialisasi LTT PM AAS tingkat Kabupaten Pangkep perwakilan Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM) bidang Lingkungan Pertanian Prof. Yusran Jusuf, Direktur Jenderal Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule, Kepala BRMP Serealia Sarjoni, Kepala Dinas Pertanian Pangkep Muhiddin R, serta Kepala Ketahanan Pangan Pangkep Andi Sadda.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Reporter: Muchammad Fatchur Rizza