Program Listrik Masuk Sawah Siap Sasar 93.340 Hektare Lahan PM AAS di Sulsel
Makassar, (9/7) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) bergerak cepat memperkuat infrastruktur pendukung hilirisasi pangan. Langkah ini diwujudkan melalui Koordinasi dan Sinkronisasi Program Listrik Masuk Sawah (Electrifying Agriculture) guna menyokong implementasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS).
Sinergi strategis ini ditargetkan mampu mengaliri energi listrik ke kawasan lahan pertanian modern di Sulawesi Selatan dengan total luas mencapai 93.340 hektare.
Hadirnya pasokan listrik yang stabil ke area persawahan menjadi kunci utama untuk mengoperasikan berbagai teknologi pertanian modern. Mulai dari pompa air elektrik, lampu perangkap hama, hingga mesin pengering (dryer) kini dapat bekerja lebih optimal, produktif, dan berkelanjutan.
Pangkas Biaya Operasional
Transisi dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik terbukti membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi kantong para petani. Berdasarkan data pemanfaatan program Electrifying Agriculture di wilayah kerja PLN Sulselrabar, sekitar 4.280 petani dan peternak lokal dengan total daya 206.312 kVA telah merasakan langsung efisiensi biaya operasional yang sangat signifikan.
Sebelumnya, ribuan pelaku sektor agrikultur di wilayah tersebut harus mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli solar demi menghidupkan mesin pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) lainnya. Dengan beralih menggunakan listrik PLN, biaya energi harian dapat dipangkas, sehingga margin keuntungan bersih yang dibawa pulang oleh petani saat panen otomatis meningkat.
Akselerasi Pertanian Modern yang Berdaya Saing
Melalui sinkronisasi lahan PM AAS seluas 93.340 hektare ini, Kementan dan PLN memastikan bahwa penarikan jaringan listrik ke area persawahan akan dilakukan secara tepat sasaran. Modernisasi pertanian tidak hanya membutuhkan benih unggul dan mekanisasi, tetapi juga kesiapan energi yang murah serta ramah lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi stimulan besar bagi percepatan transformasi pertanian di Sulawesi Selatan. Dengan biaya produksi yang lebih murah dan teknologi yang semakin presisi, komoditas pangan asal Sulsel diproyeksikan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat, sekaligus memperkokoh provinsi ini sebagai pilar utama lumbung pangan di Wilayah Timur Nusantara.
Hadir dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Listrik Masuk Sawah perwakilan Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM) bidang Teknologi Informasi Hermansyah, Kepala Balai Besar BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Agus Salim, Kepala BRMP Serealia Sarjoni, Direktur Polbangtan yang diwakili Wakil Direktur III Kisman Arsyad, serta Kepala BRMP Aneka Umbi Suwarni Sumardy.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Reporter: Rahmi Yuliani Arvan. Informasi terkait realisasi program Electrifying Agriculture silakan membaca artikel IDN Times Sulsel berjudul "4.280 Petani-Peternak Sulselrabar Pangkas Biaya Berkat Electrifying Agriculture PLN"