Uji Coba Modernisasi Jagung Pemupukan Tepat dan Jajar Legowo untuk Populasi Tinggi di Lombok Tengah
Lombok Tengah, (2/10) – Modernisasi budi daya jagung mulai diuji di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Di lokasi Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) jagung, petani dan petugas menguji pemupukan yang tepat dan efisien yang dipadukan dengan pengaturan jarak tanam jajar legowo. Upaya ini bertujuan meningkatkan produktivitas melalui populasi tanaman yang tinggi.
Uji coba tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan), Haris Syahbuddin. Pola tanam yang dicoba mencakup jajar legowo 2:1 serta legowo 3:1 double row dalam dua susunan, yaitu sejajar dan zig zag. Semuanya mengatur jarak tanam agar jumlah tanaman per satuan luas lebih banyak. Perkembangan pertanaman akan terus diamati, dan hasil panen nantinya dievaluasi untuk menentukan pola tanam yang paling sesuai dengan kondisi setempat.
Dari sisi pemupukan, uji coba ini menggunakan NPK 450 kg per hektare, urea 300 kg per hektare, dan pupuk silika. Pemupukan yang tepat dan efisien tersebut diharapkan menopang kebutuhan hara pada pertanaman berpopulasi tinggi.
Belajar dari PM-AAS Padi
Upaya serupa sudah lebih dulu terlihat pada PM-AAS padi di lokasi yang sama. Kepala BRMP NTB melaporkan, ubinan varietas Cakrabuana yang dilaksanakan sebelumnya menghasilkan sekitar 9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Capaian ini menunjukkan potensi peningkatan produktivitas lewat penerapan teknologi budi daya dan pengawalan pertanaman.
Saat meninjau lokasi, Haris menekankan pentingnya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tiga tahap, yaitu awal pertanaman, masa pertumbuhan, dan fase pematangan, agar gangguan dapat ditangani tepat dan potensi hasil terjaga hingga panen.
Dalam diskusi, petani peserta KMP menceritakan bahwa metode yang mereka terapkan semula tidak dipercaya sebagian petani lain. Setelah hasilnya terlihat, sejumlah petani yang tadinya ragu kini berminat mencobanya di lahan sendiri. Pengalaman ini menunjukkan bahwa hasil nyata di lapangan menjadi pendorong utama penerimaan teknologi oleh petani.
Terus Didampingi
Kegiatan PM-AAS padi dan KMP jagung masih berjalan. Melalui pendampingan, pengamatan pertanaman, dan evaluasi hasil secara berkelanjutan, penerapan teknologi ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan produksi padi dan jagung, sekaligus menjadi rujukan bagi petani lain yang ingin menerapkan metode serupa sesuai kondisi lahannya.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan rilis pada BRMP Tanaman Pangan berjudul "Modernisasi Budidaya Padi dan Jagung di Lombok Tengah"