Inovasi Budi Daya: 5 Kunci Tingkatkan Produktivitas Jagung Amerika Serikat
Tennessee, AS, (3/2) – Josh Watson, seorang petani dari Tennessee Timur, berhasil mencatatkan rekor produktivitas jagung luar biasa sebesar 387 bushel per hektar (setara ±24,3 ton/ha) pada lahan non-irigasi dalam ajang National Corn Growers Association (NCGA) Yield Contest 2025. Pencapaian ini membuktikan bahwa manajemen budi daya yang presisi dapat melampaui keterbatasan lahan.
"I’ve learned a lot from the NCGA contest, including how to apply it to my regular production acres. There’s just a few little things that’s helped in big ways for my production," ujar Watson dalam bahasa Inggris.
Berikut adalah lima strategi teknis yang diterapkan Watson untuk mencapai hasil maksimal:
1. Orientasi Baris Tanam (Utara-Selatan)
Salah satu perubahan signifikan yang dilakukan Watson adalah mengubah arah tanam menjadi Utara–Selatan. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kelembapan tanah, terutama pada lahan tadah hujan, karena pengaturan paparan sinar matahari yang lebih optimal pada tajuk tanaman.
2. Pengolahan Tanah Dalam (Deep Tillage)
Watson menekankan pentingnya pengolahan tanah dalam untuk memperkuat ketahanan tanaman terhadap kekeringan. Melalui penggunaan alat inline ripping pada musim gugur dan pengolahan vertikal pada musim semi, tanah menjadi lebih gembur sehingga mampu menyimpan cadangan air lebih lama. “Pengolahan tanah dalam memberi saya tambahan waktu satu minggu saat cuaca kering,” jelasnya.
3. Pemanfaatan Produk Sampingan Organik
Watson menggunakan produk sampingan dari pabrik sirup jagung lokal untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah. Pengaplikasian bahan organik yang digabungkan dengan pengolahan tanah secara rutin selama tiga tahun terakhir memberikan dampak signifikan pada kesehatan tanah dan ketersediaan nutrisi.
4. Pemilihan Varietas Adaptif dan Umur Panjang
Pemilihan benih menjadi kunci utama. Watson menggunakan jagung hibrida dengan umur panen 118 hari setelah tanam. Menurutnya, menggunakan varietas dengan umur panen terlama yang sesuai dengan kondisi agroekosistem sangat membantu dalam memaksimalkan potensi hasil.
5. Penanaman Dini (Early Planting)
Memanfaatkan intensitas cahaya matahari semaksimal mungkin dilakukan dengan menanam lebih awal. Pada musim lalu, Watson melakukan penanaman pada pertengahan Maret. Tujuannya adalah memastikan tanaman sudah memasuki fase generatif yang matang sebelum puncak suhu panas musim panas tiba.
Pesan untuk Petani
Pencapaian Watson mematahkan stigma bahwa rekor hasil hanya bisa dicapai di wilayah dengan tanah terbaik. Dengan pengujian plot yang konsisten dan adaptasi teknologi, produktivitas tinggi dapat diraih di berbagai karakteristik lahan.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Farm Progress