Menteri Pertanian Tekankan Meritokrasi dan Penguatan Penyuluh Pertanian di Bawah BRMP
Jakarta, (6/2) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melantik 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian, Jumat (6/2/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penguatan reformasi birokrasi yang berbasis pada sistem meritokrasi dan kinerja murni.
“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” tegas Mentan Amran.
Optimalisasi PPL di Bawah Koordinasi BRMP
Dalam arahannya, Mentan menitipkan agenda strategis yang harus segera dieksekusi, salah satunya adalah penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Mentan menginstruksikan agar koordinasi PPL kini berada di bawah Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) untuk menjamin percepatan adopsi teknologi dan inovasi di tingkat petani.
“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok,” ujar Mentan.
Target Strategis dan Kedisiplinan Kinerja
Pejabat yang baru dilantik diminta untuk mengawal ketat program prioritas, antara lain:
-
Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah: Guna memperluas areal tanam nasional.
-
Brigade Pangan dan Hilirisasi: Meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
-
Monitoring LTT: Evaluasi disiplin terhadap laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT).
Mentan juga mengingatkan pentingnya integritas dalam penyaluran bantuan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan pengawasan harga pupuk bersubsidi agar sesuai dengan HET.
Pertanian Indonesia dan Stabilitas Global
Mentan mengapresiasi kerja keras jajaran yang telah membawa Indonesia berhenti melakukan impor beras, yang secara langsung berdampak pada penurunan harga pangan global. Ke depan, target besar seperti ekspor beras dan swasembada gula putih tanpa impor menjadi prioritas utama.
“Ayo kita bekerja lebih baik dari hari kemarin. Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” pungkasnya.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Kementerian Pertanian