Semangat Meningkat, Pelayanan BRMP Serealia Makin SIGAP!
Maros, (19/2) – Mengawali masa kepemimpinannya, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia), Sarjoni, M.P., menetapkan arah kebijakan baru yang berorientasi pada penguatan kapasitas instansi demi kemaslahatan publik. Dalam rapat umum yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Februari 2026 di Auditorium Prof. Ibrahim Manwan terseut, ia menegaskan bahwa setiap pegawai wajib memiliki keahlian spesifik guna menunjang mandat pengembangan komoditas serealia nasional secara optimal.
“Setiap pegawai harus memiliki ciri khas masing-masing dan keahlian masing-masing untuk menunjang institusi dalam pengembangan komoditas yang telah dimandatkan. Semua memiliki kapasitas untuk mengembangkan profesinya masing-masing dengan koordinasi dan diskusi yang baik untuk kemaslahatan institusi dalam mencapai tusi yang ditugaskan,” jelas Sarjoni.
Optimalisasi Aset dan Reformasi Birokrasi
Fokus utama kebijakan baru Sarjoni adalah pemanfaatan seluruh sumber daya untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Beberapa langkah strategis yang akan segera dilakukan antara lain:
- Optimalisasi Lahan IP2MP. Pengelolaan Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Bajeng dan Maros harus dilaksanakan secara optimal agar tidak terdapat lahan yang menganggur, sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
- Reformasi Birokrasi Instansi. Rapat koordinasi rutin akan diselenggarakan setiap akhir bulan untuk memantau progres kegiatan. Upaya tersebut juga dilakukan untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pelayanan, akuntabel dan informatif. Dengan adanya budaya kerja tersebut diharapakan pelayanan yang diberikan menjadi lebih prima dan akuntabel serta informasi yang dibagikan kepada masyarakat lebih transparan, terpercaya, dan informatif.
- Sistem Manajemen SDM. Melakukan pemetaan (mapping) dan analisis beban kerja agar setiap personel berfungsi sesuai tugas dan fungsinya dalam melayani sektor pertanian.
Budaya Kerja Disiplin dan Berintegritas
Sarjoni juga menginisiasi pembentukan Tim Kode Etik untuk menjaga integritas pegawai. Ia menekankan bahwa koordinasi internal harus bersifat kritis terhadap jabatan namun tetap santun secara pribadi, dengan tujuan utama mencari jalan keluar atas setiap permasalahan yang muncul di lapangan. Perubahan tersebut diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi serealia yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh petani di seluruh Indonesia.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Reporter: Muchammad Fatchur Rizza