Kenapa Semakin Lama Jagung Manis Disimpan, Rasanya Semakin Hambar?
Maros, (13/4) – Jagung manis merupakan salah satu komoditas yang sangat digemari untuk berbagai olahan. Namun, penikmat jagung sering menghadapi kendala di mana rasa manisnya menurun drastis jika tidak segera diolah setelah dibeli atau dipetik. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, melainkan ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Proses Perubahan Gula Menjadi Pati
Secara genetik, jagung manis memiliki mutasi yang menghambat perubahan gula menjadi pati saat masih berada di pohon. Inilah yang membuatnya jauh lebih manis daripada jagung biasa. Namun, begitu tongkol jagung dipetik dari batangnya, pasokan nutrisi terputus, sementara sel-sel biji jagung masih terus melakukan metabolisme.
Setelah panen, enzim di dalam biji jagung mulai bekerja aktif mengubah sukrosa (gula) menjadi amilopektin atau pati. Akibatnya, kandungan gula yang memberikan rasa manis berkurang, sementara kandungan pati yang bersifat tawar bertambah. Inilah yang menyebabkan jagung yang sudah lama disimpan terasa lebih "tepung" dan keras.
Suhu Sebagai Faktor Utama
Faktor paling krusial yang menentukan kecepatan hilangnya rasa manis adalah suhu lingkungan. Suhu yang tinggi akan mempercepat aktivitas enzim dalam mengubah gula menjadi pati. Pada suhu ruang, jagung manis dapat kehilangan hingga 50 persen kadar gulanya hanya dalam waktu 24 jam setelah dipetik.
Tips Mempertahankan Rasa Manis
Untuk menjaga kualitas rasa jagung manis, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
-
Segera Dimasak: Waktu terbaik untuk mengonsumsi jagung manis adalah sesaat setelah dipetik atau dibeli agar kadar gulanya masih maksimal.
-
Pendinginan Segera: Jika tidak langsung dimasak, simpanlah jagung di dalam lemari es. Suhu dingin (sekitar 0°C hingga 4°C) dapat menghambat aktivitas enzim secara signifikan, sehingga proses pengubahan gula menjadi pati berjalan jauh lebih lambat.
-
Jangan Mengupas Kulit: Sebaiknya jangan mengupas kulit jagung jika ingin menyimpannya di kulkas. Kulit jagung membantu menjaga kelembapan biji agar tidak cepat kering dan keriput.
Dengan penanganan yang tepat dan pendinginan yang cepat, kesegaran serta rasa manis alami jagung dapat bertahan lebih lama untuk dinikmati.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Mongabay berjudul "Rahasia Jagung Manis, Rasa Manisnya Berkurang Jika Terlalu Lama Disimpan"