• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
464 dilihat       09 April 2026

Sorgum: Pilar Strategis Ketahanan Pangan Indonesia di Era Krisis Iklim

Maros, (9/4) – Di tengah eskalasi krisis pangan global dan fenomena perubahan iklim ekstrem, Pemerintah Indonesia kini menempatkan Sorgum sebagai komoditas prioritas. Tanaman tangguh yang sempat terlupakan ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pangan alternatif, melainkan sebagai pilar strategis dalam transformasi sistem pangan nasional yang lebih berkelanjutan.

Mengapa Sorgum Menjadi Pilihan Strategis?

Keunggulan utama sorgum terletak pada adaptabilitas agronomisnya yang luar biasa. Berbeda dengan padi yang memiliki ketergantungan tinggi pada air, sorgum sangat toleran terhadap kekeringan. Karakteristik ini membuatnya sangat ideal untuk dikembangkan di lahan kering luas, seperti di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, sorgum dikenal sebagai tanaman low input karena membutuhkan pupuk dan pestisida dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Sorgum juga mampu produktif di lahan-lahan marjinal yang kritis, termasuk tanah dengan tingkat kemasaman tinggi maupun lahan berpasir yang memiliki fertilitas serta daya ikat air yang rendah.

Analisis Nilai Strategis Sorgum

Keunggulan sorgum dapat ditinjau dari empat aspek fundamental yang mendukung ketahanan nasional:

  1. Kesehatan dan Nutrisi Unggul: Sebagai pangan fungsional, biji sorgum secara alami bebas gluten (gluten-free), sehingga aman bagi penderita intoleransi gluten. Memiliki indeks glikemik rendah, sorgum mampu mencegah lonjakan gula darah drastis, menjadikannya pilihan ideal bagi penderita diabetes. Selain itu, kandungan serat, protein, dan antioksidannya tercatat lebih tinggi dibanding mayoritas serealia populer lainnya.

  2. Ekonomi dan Kesejahteraan Petani: Sorgum menawarkan struktur biaya produksi yang efisien dengan risiko gagal panen minimal. Adanya kemampuan sistem ratoon (panen berulang dalam satu kali tanam) memungkinkan petani meningkatkan produktivitas lahan secara kontinu sekaligus mengoptimalkan pendapatan jangka panjang.

  3. Kelestarian Lingkungan: Sorgum adalah tanaman "ramah iklim" yang efektif menyerap karbon dioksida dan efisien dalam penggunaan air. Penanamannya di lahan marginal berperan dalam rehabilitasi tanah dan pencegahan erosi pada lahan-lahan kritis, menjadikannya solusi pertanian adaptif terhadap pemanasan global.

  4. Hilirisasi Multi-Industri (Zero Waste): Seluruh bagian tanaman sorgum memiliki nilai ekonomi. Bijinya diolah menjadi tepung pangan; batang manisnya diproses menjadi nira untuk gula atau bioetanol; sedangkan ampas dan daunnya merupakan pakan ternak berkualitas. Bahkan, akarnya memiliki manfaat farmakologis sebagai imunostimulan dan pelancar peredaran darah.

Arah Kebijakan dan Langkah Nyata Pemerintah

Untuk membangun ekosistem sorgum yang kokoh dari hulu ke hilir, pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan kunci:

  • Ekspansi Lahan Masif: Melalui Kementerian Pertanian, target perluasan areal tanam difokuskan pada lahan non-produktif, dengan wilayah NTT sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional.

  • Penguatan Sistem Perbenihan: Riset pemuliaan tanaman diintensifkan untuk menghasilkan varietas unggul dengan spesifikasi khusus, baik untuk kebutuhan pangan (nutrisi optimal) maupun industri energi (kadar gula tinggi untuk bioetanol).

  • Hilirisasi dan Integrasi Industri: Pemerintah mendorong keterlibatan sektor swasta dalam membangun infrastruktur pengolahan, mulai dari industri tepung hingga energi terbarukan.

  • Dukungan Finansial dan Pasar: Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan kepada petani dengan jaminan offtaker (pembeli siaga) untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan serapan hasil panen di tingkat lapangan.

Dengan penguatan pada aspek riset varietas dan modernisasi pengolahan, Indonesia optimistis sorgum akan menjadi motor penggerak baru bagi kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi nasional.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis Miftahulair Ardan. Artikel ini telah terbit pada Kompasiana dengan judul "Sorgum: Masa Depan Ketahanan Pangan dan Arah Kebijakannya"

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kick-Off Tanam Padi Modern "PM AAS" di Maros
    26 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mengenal Kelas Kesesuaian Lahan, Kunci Optimasi Produksi Jagung Nasional
    15 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Kenapa Semakin Lama Jagung Manis Disimpan, Rasanya Semakin Hambar?
    13 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Menjaga Eksistensi Jagung Titi dan Kain Tenun Kewatak Khas Lamakera di Era Modern
    11 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Jagung Titi: Kearifan Lokal Serealia dari Flores Timur untuk Diversifikasi Pangan Nasional
    10 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Ketahanan Pangan Sorgum

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved