• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
89 dilihat       15 April 2026

Mengenal Kelas Kesesuaian Lahan, Kunci Optimasi Produksi Jagung Nasional

Maros, (15/4) - Pernahkah Sobat bertanya mengapa di satu wilayah jagung tumbuh subur dengan tongkol besar, sementara di wilayah lain hasilnya kurang memuaskan meski varietasnya sama? Jawabannya terletak pada Kesesuaian Lahan.

Kesesuaian lahan adalah penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk penggunaan tertentu—dalam hal ini, komoditas jagung. Berikut adalah bedah tuntas mengenai pengkelasannya:

1. Hierarki Kelas Kesesuaian Lahan

Secara umum, lahan dibagi menjadi dua orde besar: S (Sesuai) dan N (Tidak Sesuai). Mari kita rincikan:

  • S1 (Sangat Sesuai): Lahan "juara". Tidak memiliki faktor pembatas yang berarti. Produksi optimal bisa dicapai dengan input minimal.

  • S2 (Cukup Sesuai): Lahan memiliki pembatas yang moderat. Masih bisa berproduksi baik, namun membutuhkan tambahan input (seperti pemupukan ekstra atau perbaikan drainase) untuk mencapai hasil optimal.

  • S3 (Sesuai Marginal): Lahan dengan pembatas yang berat. Budidaya di sini memerlukan biaya produksi yang lebih tinggi karena pengelolaan harus lebih intensif.

  • N (Tidak Sesuai): Lahan memiliki faktor pembatas yang sangat permanen atau sulit diperbaiki, sehingga secara ekonomi dan teknis tidak direkomendasikan untuk jagung.

2. Syarat Tumbuh Utama Jagung

Agar jagung dapat masuk ke kategori S1, beberapa parameter lingkungan harus terpenuhi, antara lain:

Parameter Kondisi Ideal (S1)
Temperatur (tc) 20°C – 30°C
Ketersediaan Air (wa) Curah hujan 500 – 1.200 mm/tahun
 Drainase Lahan (oa) Baik (tidak tergenang)
Tekstur Tanah (rc) Sedang (lempung berpasir/lempung berdebu)
Kedalaman Tanah (rc) > 75 cm (akar leluasa)
Kemasaman Tanah (nr) pH 5,8 – 7,8

3. Faktor Pembatas yang Sering Ditemui

Dalam pemetaan lahan, kita sering melihat simbol tambahan di belakang kelas (misal: S3-rc). Huruf kecil tersebut menunjukkan faktor pembatasnya:

  • rc (Rooting Condition): Masalah pada media perakaran (tanah dangkal atau banyak batuan).

  • nr (Nutrient Retention): Masalah pada kemampuan tanah menahan hara (misal pH terlalu masam).

  • wa (Water Availability): Masalah ketersediaan air (curah hujan terlalu rendah).

  • eh (Erosion Hazard): Risiko erosi akibat kelerengan lahan yang curam.

Kesimpulan: Mengapa Ini Penting?

Dengan mengetahui kelas kesesuaian lahan, kami di BRMP Serealia dapat memberikan rekomendasi yang presisi kepada petani mengenai:

  1. Varietas yang Tepat: Lahan marginal (S3) mungkin membutuhkan varietas yang lebih toleran terhadap cekaman tertentu.

  2. Manajemen Input: Lahan S2 membutuhkan dosis pupuk atau perbaikan struktur tanah yang berbeda dengan S1.

  3. Efisiensi Biaya: Menghindari penanaman di lahan orde N yang hanya akan merugikan petani secara ekonomi.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada BRMP Sumber Daya Lahan berjudul "Bagaimana Sih Kelas Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Jagung?"

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kick-Off Tanam Padi Modern "PM AAS" di Maros
    26 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Kenapa Semakin Lama Jagung Manis Disimpan, Rasanya Semakin Hambar?
    13 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Menjaga Eksistensi Jagung Titi dan Kain Tenun Kewatak Khas Lamakera di Era Modern
    11 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Jagung Titi: Kearifan Lokal Serealia dari Flores Timur untuk Diversifikasi Pangan Nasional
    10 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Jagung Jagung Hibrida

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved