Antusiasme Petani Maros Dukung Modernisasi Pertanian
Maros, (9/1) – Sebagai wilayah penyangga pangan Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros menunjukkan respons positif terhadap program strategis Kementerian Pertanian (Kementan). Kajian yang dilakukan oleh dua pegawai Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia) yaitu Miftahulhair Ardan sebagai Analis Kebijakan dan , Rahmi Yuliani Arvan sebagai Pranata Humas, menyoroti efektivitas mekanisasi dan pompanisasi dalam menekan biaya produksi di tingkat petani.
Efisiensi Melalui Mekanisasi
Intervensi bantuan alat mesin pertanian (alsintan), seperti combine harvester dan traktor roda empat, menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya di Kecamatan Bantimurung dan Simbang. Teknologi ini terbukti mempercepat proses panen dan meminimalkan kehilangan hasil (losses).
“Panen lebih cepat dan tenaga yang dipakai jauh lebih sedikit,” ungkap sejumlah petani di Maros. Meski demikian, kajian mencatat adanya tantangan terkait biaya perawatan alat dan ketersediaan unit saat musim panen raya.
Pompanisasi Tingkatkan Indeks Pertanaman
Di lahan tadah hujan, program pompanisasi menjadi solusi krusial dalam menghadapi anomali iklim. Dukungan sumber air buatan memungkinkan petani meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
Peningkatan intensitas tanam ini secara langsung memperkuat stok pangan daerah, meskipun efisiensinya masih bergantung pada fluktuasi biaya bahan bakar operasional.
Evaluasi Distribusi Pupuk dan Peran Penyuluh
Sektor distribusi pupuk bersubsidi masih memerlukan perhatian khusus terkait simplifikasi administrasi e-RDKK dan ketepatan waktu distribusi agar selaras dengan kalender tanam lokal.
Kajian BRMP Serealia menyimpulkan bahwa keberlanjutan dampak program Kementan sangat bergantung pada pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Peran penyuluh menjadi kunci agar bantuan fisik bertransformasi menjadi peningkatan produktivitas yang berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan di daerah.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Miftahulhair Ardan dan Rahmi Yuliani Arvan