• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
12 dilihat       25 Maret 2026

Indonesia Catat Surplus Beras di Tengah Ancaman Krisis Global

Jakarta, (25/3) – Di saat World Food Programme (WFP) memberikan peringatan keras mengenai ancaman kelaparan akut yang membayangi 45 juta jiwa akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia justru menunjukkan ketangguhan pangan yang signifikan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah harga mati agar sebuah negara tidak terjepit oleh dinamika geopolitik dan inflasi energi global.

Mentan Amran menyampaikan bahwa kenaikan biaya logistik dan gangguan rantai pasok dunia adalah ancaman nyata yang dapat memicu inflasi pangan. Namun, Indonesia telah mengambil langkah preventif dengan memperkuat produksi dalam negeri melalui transformasi pertanian modern dan deregulasi besar-besaran.

Strategi Ganda: Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Pemerintah tidak hanya mengandalkan lahan yang ada, tetapi juga melakukan ekspansi secara masif:

  • Intensifikasi: Optimalisasi produktivitas melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, dan sistem pompanisasi untuk meningkatkan indeks pertanaman (dari satu kali menjadi dua atau tiga kali tanam setahun).

  • Ekstensifikasi: Percepatan program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa, termasuk revitalisasi ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan dengan sistem irigasi modern sebagai calon lumbung pangan baru.

Reformasi Regulasi dan Tata Kelola Pupuk

Salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi adalah penyederhanaan birokrasi. Pemerintah telah mencabut sekitar 500 regulasi internal yang menghambat dan menerbitkan 13 Peraturan Presiden untuk memangkas rantai distribusi. “Dulu petani mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung dari Kementan ke Pupuk Indonesia hingga ke petani,” ujar Mentan. Langkah ini terbukti menurunkan biaya pupuk hingga 20% dan menambah volume distribusi sebanyak 700 ribu ton tanpa menambah beban anggaran negara.

Capaian Surplus dan Kesejahteraan Petani

Fondasi pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat:

  1. Produksi Beras: Mencapai 34,7 juta ton (naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya).

  2. Cadangan Pemerintah: Stok cadangan beras nasional berada di angka lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat.

  3. Kesejahteraan Petani: Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan rekor tertinggi di angka 125, didukung oleh kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500/kg.

Dengan kombinasi modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) yang mampu menekan biaya produksi hingga 50%, Indonesia optimis tidak hanya mencapai swasembada berkelanjutan, tetapi juga bertransformasi menjadi lumbung pangan dunia di tengah ketidakpastian geopolitik.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Akselerasi Diversifikasi Pangan, BRIN Ciptakan Teknologi Pengolahan Gula Sorgum Terintegrasi
    01 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Modernisasi Pertanian di Kapuas: Kementan Libatkan Petani Operasikan Drone untuk Percepatan Tanam
    31 Mar 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Kirim Hamper Lebaran ke ASN Termasuk Silaturahmi atau Gratifikasi? Ini Aturannya!
    30 Mar 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Ancaman Krisis Pupuk dan El Nino Bayangi Produksi Pangan Asia Tenggara 2026/2027
    27 Mar 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Melimpah Pada Lebaran 2026
    26 Mar 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Pertanian Indonesia Swasembada Pangan

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved