Panduan Teknis Budi Daya Hanjeli, Serealia Tangguh Kaya Manfaat
Maros, (18/5) – Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, eksplorasi terhadap komoditas serealia lokal yang adaptif menjadi sangat krusial. Salah satu tanaman warisan leluhur yang kini kembali dilirik karena nilai nutrisi dan ketangguhannya adalah Hanjeli.
Untuk mendapatkan produktivitas yang optimal, diperlukan pemahaman teknis yang baik mulai dari penyiapan lahan hingga proses penanaman. Berikut adalah panduan lengkap budidaya hanjeli berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertanian:
1. Syarat Tumbuh Optimal
Hanjeli dikenal sebagai tanaman yang cukup tangguh, namun ia akan berproduksi maksimal jika memenuhi syarat lingkungan berikut:
-
Iklim dan Geografis: Tumbuh baik pada kondisi iklim panas. Secara geografis, ideal ditanam di daerah yang terletak pada garis lintang 22°LU dan 22°LS.
-
Ketinggian Lahan: Pada daerah tropis, hanjeli memiliki adaptabilitas yang sangat luas dan dapat tumbuh hingga ketinggian lebih dari 1.000 mdpl.
-
Kondisi Tanah: Menyukai tanah dengan keasaman (pH) sekitar 4,3–7,3. Jenis tanah yang paling cocok adalah tanah lempung berpasir atau tanah liat.
2. Pemilihan Bibit Unggul
Kunci keberhasilan awal budidaya berada pada kualitas benih yang digunakan. Langkah-langkah pemilihannya meliputi:
-
Varietas Terbaik: Pastikan memilih bibit dari varietas unggul yang terbaik dan sesuaikan dengan karakteristik iklim, suhu, cuaca, pH, serta kelembaban di wilayah setempat.
-
Kriteria Fisik: Pilih benih yang sehat, tidak cacat, pertumbuhannya bernas, serta bebas dari tanda-tanda serangan hama dan penyakit.
3. Pengolahan Lahan
Pengondisian media tanam yang baik akan membantu perakaran hanjeli berkembang dengan cepat:
-
Penggemburan: Lahan yang akan digunakan harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul.
-
Pemupukan Dasar: Masukkan pupuk organik berupa pupuk kandang atau pupuk bokashi sebagai pupuk dasar untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
-
Pembuatan Bedengan: Buatlah bedengan dengan ukuran 40 cm x 60 cm.
-
Efisiensi Gulma: Untuk menghemat biaya penyiangan gulma di kemudian hari, sangat disarankan untuk menutup bedengan menggunakan mulsa organik atau mulsa plastik.
4. Teknik Penanaman di Lapangan
Proses penanaman dilakukan dengan memperhatikan kerapatan populasi agar tanaman tidak saling berebut nutrisi:
-
Jarak Tanam: Atur jarak antar lubang tanam dengan ukuran 40 cm x 60 cm.
-
Kerapatan Benih: Isi setiap lubang tanam dengan 2–3 biji hanjeli.
-
Perlindungan Awal (Preventif): Meskipun secara umum tanaman hanjeli dikenal jarang terkena hama dan penyakit, tindakan preventif tetap diperlukan. Sebelum benih ditanam, tambahkan insektisida (seperti Furadan 3G) dengan dosis rendah sekitar 10–15 kg/ha. Perlakuan ini berfungsi menjaga agar pertumbuhan awal tanaman benar-benar aman dari gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) di dalam tanah.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis berdasarkan kolaborasi konten bersama Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian berjudul "Budi Daya Hanjeli" dengan sumber artikel ilmiah pada Rerepository Pertanian berjudul "Faktor dan Strategi Pengembangan Pangan Lokal Hanjeli di Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang."